Bagi calon jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat, memahami alur perjalanan umroh sejak awal akan membuat proses keberangkatan terasa lebih tenang dan terarah. Banyak rasa cemas sebenarnya muncul bukan karena perjalanannya sulit, tetapi karena belum mengetahui apa saja yang akan dijalani.
Pada keberangkatan Umroh Cinta Rasulullah 24 September 2026, seluruh rangkaian perjalanan telah disusun secara sistematis selama 12 hari, mulai dari Bandara Juanda Surabaya hingga kembali ke Indonesia. Setiap tahap didampingi oleh tim profesional agar jamaah dapat lebih fokus pada ibadah dan pengalaman spiritual selama di Tanah Suci.
Sebelum masuk ke alur perjalanan, jamaah biasanya juga dibekali melalui proses persiapan seperti briefing dan manasik agar lebih siap secara mental dan teknis dalam menjalani ibadah.
👉 Baca juga: Gambaran Persiapan Jamaah Sebelum Berangkat Umroh Cinta Rasulullah
Hari 1: Indonesia – Keberangkatan dari Bandara Juanda
Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Jamaah berkumpul menggunakan jaket resmi Al Marwah sebagai identitas rombongan. Pada tahap ini dilakukan pembagian dokumen perjalanan, briefing singkat terakhir, serta pengecekan kelengkapan administrasi.
Setelah itu jamaah melakukan check-in, masuk ke proses imigrasi, dan boarding menuju penerbangan internasional menggunakan Lion Air menuju Arab Saudi.
Setelah mendarat, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Madinah menggunakan transportasi darat yang telah disiapkan oleh tim.
Hari 2: Madinah – Tiba dan Orientasi Masjid Nabawi
Setibanya di Madinah, jamaah langsung menuju hotel untuk proses check-in dan pembagian kamar.
Setelah beristirahat sejenak, agenda dilanjutkan dengan salat berjamaah di Masjid Nabawi, kemudian orientasi lingkungan sekitar masjid.
Beberapa lokasi penting yang diperkenalkan antara lain:
- Saqifah Bani Sa’idah
- Masjid Ghamamah
- Masjid para sahabat
- Makam Rasulullah ï·º
- Raudhah
- Makam Baqi’ Al-Gharqad
Khusus jamaah wanita, tersedia tour leader wanita yang akan mendampingi saat kunjungan ke Raudhah agar proses lebih tertib dan nyaman.
Hari 3: Madinah – City Tour Sejarah Islam
Hari ketiga difokuskan pada ziarah kota Madinah untuk mengenal sejarah perjuangan Rasulullah ï·º dan para sahabat.
Lokasi yang dikunjungi antara lain:
- Masjid Quba’
- Jabal Uhud
- Masjid Qiblatain
- Kawasan Khandaq
Setiap lokasi tidak hanya dikunjungi, tetapi juga disertai penjelasan sejarah sehingga jamaah dapat memahami makna di balik setiap tempat yang dilalui.
Hari 4: Madinah – Kajian dan Ibadah Mandiri
Pada hari keempat, jamaah mengikuti kajian bersama ustadz yang membahas sirah Rasulullah ï·º serta nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tanah air.
Sisa waktu digunakan untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi seperti:
- Salat berjamaah lima waktu
- Qiyamul lail
- Salat dhuha
- Tilawah Al-Qur’an
- Kesempatan ke Raudhah (menyesuaikan jadwal)
Tahap ini menjadi bagian penting dari perjalanan karena jamaah mulai memasuki fase refleksi diri, yang juga menjadi salah satu makna utama dalam konsep Umroh Cinta Rasulullah.
👉 Untuk memahami konsep perjalanan ini lebih dalam, baca juga:
Kenapa Umroh Cinta Rasulullah Jadi Tren Perjalanan Spiritual Baru? Ini Alasannya
Hari 5: Madinah – Memperdalam Spirit Ibadah
Hari kelima masih difokuskan di Madinah dengan ritme ibadah yang lebih tenang.
Jamaah diberikan keleluasaan untuk memperbanyak waktu di Masjid Nabawi, mengikuti kajian tambahan, serta memperkuat mental ibadah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Hari 6: Madinah – Menuju Makkah dan Umrah Pertama
Sebelum berangkat ke Makkah, jamaah melakukan persiapan ihram dari hotel.
Prosesnya meliputi:
- Koper dikumpulkan di depan kamar
- Mandi sunnah ihram
- Menggunakan pakaian ihram
- Check-out hotel
Setelah itu jamaah melanjutkan perjalanan darat menuju Makkah Al-Mukarramah dengan estimasi perjalanan sekitar 6 jam.
Sesampainya di Makkah, jamaah langsung melaksanakan ibadah umrah pertama secara bersama-sama dengan bimbingan pembimbing ibadah.
Hari 7: Makkah – Orientasi Masjidil Haram
Hari ketujuh diisi dengan orientasi kawasan Masjidil Haram dan kajian ringan yang dilaksanakan di rooftop (menyesuaikan kondisi).
Jamaah juga mulai membiasakan diri dengan ritme ibadah di Masjidil Haram seperti:
- Salat berjamaah
- Tawaf sunnah
- Tilawah
- I’tikaf
Hari 8: Makkah – City Tour dan Umrah Kedua
Jamaah mengikuti city tour Makkah ke lokasi bersejarah:
- Jabal Tsur
- Jabal Nur
- Area Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina)
- Miqat Ji’ranah
Setelah kembali, jamaah melaksanakan umrah kedua sesuai jadwal program.
Hari 9–10: Makkah – Memaksimalkan Ibadah
Dua hari ini difokuskan untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Aktivitas jamaah meliputi:
- Salat berjamaah
- Tawaf sunnah
- Qiyamul lail
- Tilawah Al-Qur’an
- I’tikaf
Pada hari ke-10 juga dilakukan kajian tentang cara menjaga kemabruran umroh serta pengarahan teknis menjelang kepulangan.
Hari 11: Makkah – Tawaf Wada’ dan Kepulangan
Hari terakhir di Makkah diawali dengan Tawaf Wada’ sebagai perpisahan dengan Baitullah.
Setelah itu jamaah melakukan check-out hotel dan menuju bandara untuk penerbangan kembali ke Indonesia.
Hari 12: Indonesia – Tiba di Tanah Air
Jamaah tiba kembali di Indonesia dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam.
Perjalanan panjang ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang perubahan diri, ketenangan hati, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Siap Memulai Perjalanan Anda?
Mengetahui alur perjalanan sejak awal akan membantu jamaah merasa lebih siap dan tenang. Dengan pendampingan yang terstruktur, perjalanan dari Bandara Juanda hingga Tanah Suci menjadi pengalaman yang lebih nyaman dan penuh makna.
Jika Anda ingin memahami detail program ini lebih lanjut, Anda juga bisa melihat informasi Paket Umroh Cinta Rasulullah September 2026 sebagai referensi keberangkatan.



